Salah satu produk unggulan Indonesia dalam industri bidang perikanan dan pertanian adalah Bandeng. Ikan Bandeng, disebut juga Milkfish (Bahasa Inggris) dan Chanos-chanos (Bahasa Latin) hidup di air payau di pesisir pantai wilayah Jawa terutama. Sedangkan pembenihan indukan Ikan Bandeng ini dilakukan di laut dangkal perairan jawa atau sekitar laut jawa.
Bibit Ikan Bandeng lalu dibesarkan di tambak-tambak di daerah pesisir untuk mendapatkan habitatnya; air payau.
Dagingnya yang gurih khas ikan laut lepas seukurannya dan pengolahannya yang mudah untuk dikonsumsi, membuat Ikan Bandeng menjadi salah satu menu favorit beberapa kota di Pulau Jawa. Seperti Pepes Bandeng, Otak-otak Bandeng, Bakwan Bandeng, Bandeng Bakar, dan beberapa menu lezat lainnya.
Pasar ekspor juga menyerap komoditas ini. Filipina mendatangkan bibit-bibit Ikan Bandeng dari Indonesia untuk dibesarkan dan siap konsumsi. Demikian pasar ekspor Jepang dan Korea.
Tulang dan durinya yang banyak merupakan ciri khas ikan ini. Namun jumlahnya dapat mengganggu proses konsumsi kita juga. Proses pelunakan tulang dan duri dengan cara presto dapat juga mengubah originalitas kepadatan daging Ikan Bandeng tersebut. Dengan metoda pencabutan tulang dan duri, sekarang kita dapat mengkonsumsi Ikan Bandeng bersama resep-resep lezat yang ada dengan lebih nyaman tanpa mengurangi kepadatan daging yang jug merupakanciri khas ikan perairan laut dangkal.
Pada kesempatan ini kami menawarkan Ikan Bandeng Tanpa Tulang dan Duri dengan kondisi segar dan beku (Fresh & Frozen).
2. Type B
Ukuran: 1 kilogram isi 3 ekor.
Harga: Rp. 37,700/kg
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi;
Eri
telepon: (+62) 5912580
faksimili: (+62) 5934907
Selularpon: (+62) 08977239797